Monday, January 23, 2006

bout film indonesia

well, hari sabtu kemaren gw nonton film indonesia yg menurut gwe berpandangan laen ato bertema laen dari film bioskop indonesia kebanyakan, yg hanya monoton pada kisah cinta segitiga, ato lika liku cinta, ato horor... kalo horor mungkin never mind lah, tapi untuk masalah cinta, kayaknya terlalu banyak dipaksa untuk dibuat film, karena konsepnya menurut gwe kurang fresh, alias mirip ama cerita" sebelumnya, jadi penonton kadang menonton hanya untuk menonton tokoh tertentu, bukan filmnya, sebagai contoh, film" bertema cinta segitiga antara sahabat... film bertema ini sudah pernah diangkat beberapa waktu yg lalu dengan peterpan sebagai soundtracknya, lalu di trailer kemaren, gw liat ada film yg bertema sama seperti itu... meski hanya trailer, tapi jelas kalo inti permasalahan terletak pada cinta segitiga antara sahabat...

semenjak keluarnya AADC, banyak banget film" indonesia bermunculan... it's great i think,
tapi kalo film" yg kluar hanya bertema cinta kebanyakan, so what for ?

di stasiun televisi terkadang suka ada film indonesia yg jadul" banget yg temanya ga monoton cinta, kayak film"nya jhony indo, ato bary prima, yg malah ada orang bulenya n adegannya tembak"an, n mnurut gw itu seru banget, dengan dana yang minim, bisa membuat film yg minimalis tapi kepuasan maximalis :p (gaya deeeh bahasanya)

film" seperti Gie, Mengejar matahari, 9 naga, janji joni, garasi (meski ada yg baru liat trailernya), menurut gw tuh film" bertema berbeda dari film" kebanyakan, mungkin masih ada film" laen seperti filmnya cornelia agatha (yg dia dapet penghargaan), yg temanya ga monoton cinta. tapi kenapa film" seperti itu ga jadi prioritas utama konsumen, produksi film mencari keuntungan dari tema film yg laku di pasaran, dan ternyata cinta pemenangnya. kalo konsumen indonesia senang dengan tema cinta, tapi kenapa di kehidupan tidak bertemakan cinta?
anak tak berdosa disiksa orang tuanya, dibakar malah sampe mati...
fitnah yg ampe ngerusak segala, tawuran (ampe mahasiswa aja tawuran)
so, apakah benar cinta tema konsumen indonesia ?

yaah, maybe it's just a little criticism for indonesian film, tetap maju film indonesiaku.... :D

2 Comments:

Anonymous tika said...

We're livin' in a cruel world, huh??

12:10 PM  
Anonymous PemerhatiFilm said...

Well, karena untuk yang ke masyarakatnya, udah disusupin tontonan nggak bergizi lewat sinetron-sinetron yang mempertontonkan kekasaran, penyiksaan, tobat yang berlebihan (di agama juga nggak diajarin harus gitu, plis deh), verbal abuse, mata melotot dan kalimat-kalimat sumpah serapah yang mudah menempel pada otak. Dan ini semua bisa diakses lewat satu tombol saja di setiap jam oleh semua orang dari semua umur, yaitu dengan tombol 'power' pada remote televisi Anda.

12:21 PM  

Post a Comment

<< Home